Heading
Suatu kegiatan yang menggunakan alat yaitu sumpit. Sumpit terbuat dari ruas bambutamiang sapu yang memiliki ruasan panjang dan berukuran diameter kecil. Sumpit dibuat dengan menyambungkan dua ruas atau lebih bambu tamiang sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Sambungan antar ruas tersebut biasanya menggunakan getah pohon mangga (warga Banceuy biasa menyebutnya dengan sebutan malam) yang lengket dan tahan lama. Selain itu sumpit menggunakan bilahan bambu kecil (agak lebih besar dari tusuk sate) sebagai peluncur atau peluru yang disebut paser. Ada dua jenis paser yakni paser polos dan paser kuli-kuli. Perbedaan Antara paser polos dan paser kuli-kuli adalah terletak pada ujung paser kuli-kuli yang ujungnya agak lebar dari paser polos dan dibuat seperti ujung mata kail, dengan tujuan apabila paser tepat sasaran, maka paser sulit untuk dicabut. Dan pada paser dibuat drat supaya paser dapat menembur target dengan cepat dan menimbulkan goresan luka yang agak lebar dari ukuran paser yang diluncurkan.. Kegiatan nyumpit pada zaman dulu dilakukan ketika berburu di hutan untuk mencari binatang buruan seperti burung. Namun kegiatan ini tidak lagi diperbolehkan karena dapat membuat populasi burung atau hewan buruan lainnya menjadi langka, sehingga kegiatan nyumpit hanya digunakan sebagai pertunjukan rakyat dengan sasaran misalnya buah papaya yang mengkal dan dilakukan di tanah lapang yang betjuan agar paser yang tidak mengenai sasaran tidak mengenai orang yang melihat permainan ini.

Subtitle for This Block
Title for This Block
Text for This Block




